Bupati Kukuhkan Pengurus FKUB Kab. Solok

Arosuka, SuhaNews. Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Solok periode 2019-2024 di guest house Arosuka Kamis (19/9).


Pengukuhan ini dihadiri oleh Asisten II Bidang ekbang Medison, Ketua Pengadilan Agama Koto Baru, Kejari Solok, Kepala Kantor Kesbangpol Jonaidi, Kepala Kantor Kemenag H. Alizar, Kepala SKPD dan pengurus yang akan dikukuhkan.

Ketua Pelaksana yang juga Kepala Kantor Kesbangpol Jonaidi menyampaikan dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan FKUB ini bertujuan adalah untuk menjalin komunikasi engan pemuka agama, tokoh masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Kab. Solok agar tidak menimbulkan konflik agama yang dapat menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat


Sementara itu Ketua FKUB terpilih H. Aprisno Imam Marajo Basa menyatakan kediapannya menjalan program untuk kemajuan kehidupan bergama di Kabupaten Solok. Untuk itu berharap dukungan dari semua pihak.



Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Solok Drs. H. Alizat yang turut memberikan sambutan menyampaikan bahw pengurus FKUB yang baru ini telah ditetapkan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku. FKUB juga berperan dalam memajukan Kabupaten Solok terutama dalam bidang keagamaan.



Bupayi Solok yang mengukuhkan pengurus FKUB ini menyampaikan dalam sambutannya agar FKUB dapat menjadi wadah dialog dari tokoh keagamaan serta menampung dan menyalurkan aspirasi umat beragama termasuk ormas keagamaan


"Jadilah contoh bagi masyarakat lain dalam membina hubungan baik antar sesama umat beragama" kata H. Gusmal.

Bupati juga berpesan agar forum ini dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang baik, damai dan saling menghargai antar sesama.

"Kita juga sudah memiliki program pembentukan SUBP dalam rangka pembentukan pribadi dan karakter generasi muda yang baik sesuai dengan ajaran islam. Kita akan terus berusaha membentuk kehidupan masyarakat yang madani. Walau banyak pemahaman tentang agama oleh orang lain, yang penting bagi kita ialah hakikat dari islam itu sendiri untuk pedoman dalam menjalankan kehidupan" ujar H. Gusmal


Bupati juga mengharapkan Forum ini akan menjadi penengah nantinya jika ada hal-hal negatif serta konflik di tengah masyarakat yang berkaitan dengan keagamaan. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk tidak memciptakan kehidupan yang rukun.


"Untuk itu forum ini hendaklah masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam beragama sehingga tidak menimbulkan perselisihan antar umat beragama. FKUB ini juga berfungsi menjaga disintegrasi bangsa" tutup H. Gusmal. Moentjak