Cica Sang Mualaf Mahasiswi IAIN Batusangkar, Gapai Cita Seraya Belajar Islam

Batusangkar, SuhaNews. Saat acara pembekalan mahasiwa penerima zakat oleh UPZ IAIN Batusangkar pada Rabu (7/8) yang lalu, ada yang mengusik hati hadirin. Saat disebutkan salat satu dari 100 mahasiswa ada satu mahasiswi statusnya Mualaf. Ia adalah Cica Trisonya Taelagat, alumni SMAN 3 Solok kelahiran Betaet 21 Oktober 1999 Siberut Barat Mentawai.


Rektor IAIN Batusangkar DR. Kasmuri, MA yang mengetahui status Cica merekomendasikan agar ia diprioritaskan sebagai mahasiswa penerima beasiswa maupun bantuan lainnya yang ada di kampus IAIN Batusangkar termasuk Zakat yang dikelola oleh UPZ.

Cica yang ditemui SuhaNews usai acara pembekalan ini bercerita tentang proses mualafnya. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Dari lima ini hanya sibungsu yang laki-laki. Saat dirinya menyatakan ingi masuk Islam  ada keluarga yang tidak setuju, beragam tantangan didapatnya dari keluarga termasuk yang agak keras menetang dari salah satu pamannya.

Ketertarikannya pada Islam dimulai semenjak dirinya mulai mengenakan jilbab, karena memang peraturan sekolahnya saat di SMAN 3 Solok mengaharuskan semua siswa memakai jilbab. Walau awal mulanya dirinya sendiri merasa risih dengan gaya pakaian muslim ini. Namun lambat laun dirinya merasa nyaman. Rasa nyaman ini bertambah saat mendengar bacaan Al Qur'an.

Kemudian ia mulai mencari tahu tentang Islam dari kawan-kawan sekolah hingga guru di SMAN 3 Solok. Sedikit demi sedikit ia mulai mengenal Islam. Mulai dari Ibadah, amalan, pengetahuan dan semua seluk-beluk tentang Islam. Hingga hatinya mantap mengucapkan dua kalimat syahadat.

Saat keinginan ini disampaikan kepada keluarga di kampung, lasung mendapat tantangan. salah satu satu Keluarga  tak setuju, kakak dan Pamannya merupakan pihak kaling kuat menolaknya. Dengan sabar Cica terus berusaha meyakinkan mereka, hingga akhirnya Cica mengucapkan syahadat dengan kesadaran sendiri di Masjid Angung Al Mukhsini Kota Solok ditahun 2017.

Ketika itu Ayahnya hadir memberi restu, walau hingga kini ayahnya masih beda kepercayaan namun hubungan anak dan ayah tetap baik. Saat mengucapkan Syahadat ini Cica juga didampingi oleh guru-gurunya di SMA 3 Solok hingga Kepala SMA 3 Solok saat itu.

Cica meneruskan ceritanya, setelah pengucapana dua kalimat syahadat dirinya makin tenang. Karena semua orang yang dikenalnya merasa tambah sayang dan perhatian padanya termasuk para guru dan teman di sekolah. Gejolak kembali terjadi saat dirinya ingin melanjutkan kuliah di IAIN Batu Sangkar atas rekomendasi dari guru di SMAN 3 Solok, penolakan oleh keluarga kembali terjadi. Namun ia tetao teguh pendirian.

"Proses masuk IAIN lumayan butuh usaha yang besar karena dari salah satu keluargaku ada yg tidak mengizinkan aku kuliah di IAIN, oom aku tak mau aku masuk Islam dua jam sebelum pendaftaran di tutup aku telpon pak Yarman untuk minta bantuan beliau dalam proses pendaftaran, lalu aku di daftarkan dan Alhamdulillah semua lancar hingga terdaftar sat pendaftaran ulang" ujar Cica berkaca-kaca.

Cica yang baru semester satu dan mulai tercatat sebagai mahasiswa Tahun Akademik 2019/2020 ini untuk sementara tinggal di  Perumahan Tahfiz  Limo Kaum Batusangkar. Ini juga atas rekomendasi dari UPZ IAIN BAtu Sangkar, sekaligus berupaya mewujudkan cita-cita Cica menjadi Hafizah sekaligus Ekonom Islam sesuai jurusan kuliahnya.

Yasman, Ketua Akedmik Kemahasiswaan IAIN Batusangkar mengajak semua pihak untuk membantu Cica dalam berbagai hal terutama dalam penguatan keimanannya sebagai Mualaf. Secara ekonimi Cica dengan statusnya mualaf apalagi dalam masa pendidikan berhak menerima zakat sebagaimana firman Allah dalam Surat At Taubah ayat 60 yang menjelaskan penerima zakat salah satunay adalah Mualaf.

Untuk itu Yasman mengajak semua pihak untuk ikut mendorong Cica meraih cita-cita seraya mempertebal keimanannya dengan meringankan biaya lewat zakat untuk dirinya. "Semoga berkah bagi Cica dan menjadi amal bagi muzaki hendaknya" tutup Yasman.

Usai acara secara spontan, salah satu Narasumber acara ini, Muhammad Ali, M.Pd juga menyerahkan bantuan untuk Cica dengan harapan yang sama dengan yang disamaikan oleh Ketua Akademik Kemahasiswaan IAIN Batusangkar sebelumnya.

penulis : Ridwan Syafrullah
editor : Moentjak