MAN 2 Bukittinggi Dikunjungi Tim Assesor Akreditasi Propinsi

Bukittinggi, SuhaNews. Tim Assesor dari Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-SM) Provinsi Sumatera Barat Nur Asni Abbas dan Elwi Netri melakukan Visitasi Akreditasi  Madrasah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bukittinggi Rabu, 24/07/2019.


Kehadiran Tim asesor tersebut disambut oleh Plt. Kan Kemenag Kota Bukittinggi  H. Zulfikar didampingi oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Kasi Pendidikan Pondok Pesantren, Kasi Pendidikan Agama Islam, Pengawas Madrasah, Plt. Kepala Madrasah, Ketua Komite, Wakil dan seluruh guru, karyawan/i MAN 2 Bukittinggi.

Madrasah sebagai lembaga pendidikan dan tempat untuk belajar dan mengajar akan bermutu ketika lembaga tersebut mendapatkan pengakuan dan penilaian dari beberapa pihak yang berwenang. Pengakuan dan hasil penilaian tersebut dinamakan akreditasi.

Untuk menilai kelayakan suatu program lembaga pendidikan atau satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, maka dalam hal ini pemerintah sebagai pihak berwenang melakukan upaya akreditasi, pelaksanaan dimaksud selain dilakukan secara bertahap juga terencana  dan terukur sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60 tentang Akreditasi.

Plt. Kankemenag Kota Bukittinggi H. Zulfikar menuturkan, "akreditasi tidak terlepas dari upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. Madrasah sangat berperan penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, mencetak manusia berilmu, beriman dan bertaqwa. Untuk itu, penting sekali proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan dan kinerja program pendidikan di MAN 2 ini," tuturnya.

Sementara itu, tim asesor Nur Asni Abbas mengatakan, "Akreditasi adalah sebuah pengujian kelayakan didunia pendidikan, sehingga apabila akreditasi berkualitas akan menciptakan sekolah yang berkualitas. Akreditasi dilakukan karena ada beberapa tujuan dan manfaat," pungkasnya. Sekolah atau madrasah sebagai lembaga pendidikan dan tempat belajar mengajar akan bermutu ketika lembaga tersebut mendapatkan pengakuan atau penilaian,” ungkapnya.

Dijelaskan, kegiatan visitasi akreditasi dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi lapangan/ lingkungan, observasi kelas, dan wawancara dengan warga sekolah dalam rangka Verifikasi, Klarifikasi, dan Validasi data dan informasi yang diberikan oleh sekolah melalui pengisian Instrumen Akreditasi.


Selain itu hasil visitasi akreditasi  nantinya berupa sertifikat peringkat terakreditasi yang bisa diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu : A, B, dan C (86-100), Baik (71-85), dan Cukup (56-70). YAL