Donatur Berhati Emas, Terangkan Jalan Rafindo Menuju UNDIP

Solok, SuhaNews -  Rafindo Yulianto, Anak Petani Diterima di UNDIP, Jalan Terasa Gelap. Begitulah berita SuhaNews.com yang diturunkan pada Jumat (19/7) lalu. Hanya berselang beberapa jam saja usai mengetahui kondisi putra Sukarami ini, bantuan pun mengalir untuk meringankan jalan Rafindo menuju UNDIP Semarang.



Seperti diberitakan sebelumnya, Rafindo merupakan anak kurang mampu, yang berasal dari ayah petani dan ibu bekerja rumah tangga. Penghasilan ayahnya tidak mencukupi untuk membiayainya kuliah, karena itulah tiga orang saudara tuanya tidak sempat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, bahkan hanya sampai SD dan SMP saja.
“Alhamdulillah, donatur telah memuluskan jalan saya sampai ke UNDIP Semarang ini,” jelas Rafindio bersyukur.
Ia tidak tahu, bagaimana seandainya para donatur berhati emas ini tidak mengulurkan tangannya, memberikan bantuan. Ia sudah memberi tiket perjalanan darat ke Semarang, sementara uang pendadaftaran dan keperluan lainnya tidak ada di kantong. Waktu yang tersisa tinggal sehari.
“Terima kasih kepada semua donatur yang telah membantu,” ujarnya.
Diakui Rafindo, jalan menuju UNDIP memang terasa gelap dan terjal. Berharap pada orang tua, ia justru merasa sedih dan prihatin karena sadari kondisi ekonomi keluarganya. Karena itulah, ia tidak ingin menambah susah orang tuanya.
“Penghasilan orang tua sebagai petani tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, bahkan kadang tidak memadai,” aku Rafindo.
Selama ini, jelas mantan Ketua OSIS SMAN 2 Gunung Talang periode 2017/2018 ini, di sela-sela menyelesaikan pendidikan, ia bekerja untuk menjaga kebun tetanngga. Upah yang didapatkannya jauh dari kebutuhan. Namun, Rafindo tetap menjalankan pekerjaan itu, karena ia tetap berharap bisa kuliah.
“Alhamdulillah saya sudah sampai di Semarang,” ujarnya.
Kelahiran 5 Juli 2000 dari pasangan suami-istri Alimin-Muharni Wati akhirnya bisa mendapatkan dana untuk ke Semarang. Bahkan di luar dugaanya, dana yang disalurkan donatur mencapai Rp21,7 juta. Sementara dana awal yang dibutuhkanya untuk pendaftaran awal sekitar Rp11 juta.
“Terima kasih, tanpa bantuan donatur, entah bagaimana saya bisa mendaftar di UNDIP ini,” jelas Rafindo, yang sudah berada di Semarang.


Senyum sumringah Rifando saat selesai mendaftar ulang di kamus barunya.
Dijelaskan, bantuan yang diterima beragam.  Mulai dari Rp200.000 hingga lebih dari Rp5 juta. Ada bantuan yang disalurkan melalui rekening ada pula bantuan yang diterima langsung oleh donatur. Bahkan sepanjang perjalanan darat menuju UNDIP Semarang, Rafindo mengakui masih ada yang menghubungi dan meminta nomor rekeningnya.
“Tak terbayang sama sekali, bisa mendapatkan bantuan mencapai Rp21,7 juta ini,” jelas Rafindo.
Selain ucapan terima kasih, Rafindo berjanji akan belajar sungguh-sungguh. Ia berjanji tidak akan menyia-nyiakan bantuan para donatur, yang dengan tulus ikhlas meringankan bebannya hingga sampai di Semarang.
Kini jalan gelap dan terjal sudah dilalui Rafindo, secercah harapan ada di depan mata. Ia berharap menjadi pelopor dalam keluarganya sebagai anak pertama yang bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Walau tiga saudara tuanya, tidak sempat menyelesaikan pendidikan SMA sama sekali, ia berharap dia dan dua adiknya bisa menyelesaikan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Wewe

Berita Terkait :