Satprakoja MAN 1 Solok Gelar Aksi Peduli Banjir Bandang Sentani Papua

Koto Baru, SuhaNews. Pasca ujian tengah semester sejak Sabtu (23/3) yang lalu hingga Senin (24/3), Bantara Satprakoja MAN 1 Solok turun kejalan menghimpun sumbangan untuk korban bencana Papua. Banjir Bandang di Sentani Kabupaten Jayapura telah merengut lebih dari 90 korban jiwa dan menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit.



Selain tergugah melihat kondisi terkahir di Sentani yang diberitakan oleh media, salah satu Alumni Satprakoja yang kini merantau dan berdomilisi disana juga turut menjadi korban (SuhaNews, 17 Maret 2019). 

Mentari Khoriyafi nama alumni yang kini mengikuti suaminya menetap di Sentani. Ia sekeluarga masih menetap di penngunsian bersama masyarakat dan perantau asal Minang lainnya. (SuhaNews, 20 Maret 2019)



Atas dasar inilah Satprakoja  MAN 1 Solok menggekar aksi yang dipimpin langsung oleh Isra Mirza, Rizki dan Satria. Mereka memandu naggota Satprakoja meraih empati pengguna jalan Solok Padang di Simpang Koto Baru. Aksi ini didampingi oleh Pembina Satprakoja Hengki Iriawan.

"Ini wujud dari pengamalan Tri Satya yang kedua yakni menolong sesama hidup dan ikut serta dalam membangun masyarakat, dan Dasa Dharma kelima yakni rela menolong dan tabah" ujar Rizki selau Bantar Senior dalam aksi ini.

Pembina Satprakoja  MAN 1 Solok, Hengki Iriawan mengatakan aksi ini untuk mengasah aksi peduli para Bantara dalam mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pramuka. Hasil yang didapat nantinya akan dikirim  untuk korban banjir di Sentani Jayapura.

Reporter : Lim
Editor : Moentjak

Berita Terkait :
Perantau Solok Terdampak Banjir di Jayapura
Banjir Sentani Papua, Perantau Minang Butuh Bantuan