Apresiasi Kemenag Kota Bukittinggi Untuk Pihak-Pihak Yang Sukseskan Penyelenggaran Haji 2018

Bk.Tinggi, SuhaNews. Sebanyak 367 orang Jemaah Haji asal Kota Bukittinggi yang tergabung dalam gelombang pertama Kloter 12 Embarkasi Padang dan gelombang dua kloter 17 yang tergabung dengan jama'ah haji asal Balik Papan Kalimantan telah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat. Hal tersebut disampaikan Kasi Penyelenggara Haji Dan Umrah Kemenag kota Bukittinggi H. M. Arsyad pada Inmas Rabu (26/09) di ruangan kerjanya.


Beberapa waktu yang lalu tepatnya 29 Juli 2018 jemaah haji Kota Bukittinggi berangkat menuju Madinah. Saat di Makkah Jemmah haji ditempatkan di Jarwal, lebih kurang 2 jam dari Masjidil Haram. Berada pada sektor 11, maktab 66 dengan nomor hotel 1106. "Alhamdulillah mereka telah kembali ke Bukittinggi dengan selamat pada hari Minggu 9 September lalu dalam kondisi sehat wal afiat. Sementara itu ada dua orang jemaah haji asal Kota Bukittinggi yang masuk dalam kuota cadangan dan berangkat bergabung dengan kloter 17 bergabung dengan embarkasi Balikpapan juga telah pulang Senin (25/09)", tuturnya.

H. M. Arsya juga menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh Jama'ah Haji Kota Bukittinggi sudah kembali ketanah air dengan selamat serta mendoakan agar jama'ah mendapatkan prediket haji yang mabrur serta dapat menyebarluaskan ilmu agama kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. "Selamat bergabung kembali dengan keluarga dan masyarakat serta kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan penyelenggaraan haji khususnya di Kota Bukittinggi dengan 10 Inovasi Penyelenggaraan Haji oleh Kementerian Agama", tuturnya.


Kesepuluh Inovasi penyelenggaraan haji tahun 2018 tersebut Pertama, rekam biometriks jemaah yang bisa dilakukan pada semua embarkasi haji di Indonesia, Inovasi kedua, QR Code pada gelang jemaah. QR Code berisi rekam data identitas jemaah yang dapat diakses melalui aplikasi haji pintar, Inovasi Ketiga sistem sewa akomodasi satu musim penuh di Madinah yang selama ini sistem sewa tersebut hanya diterapkan di Makkah, Inovasi Keempat penggunaan bumbu masakan dan juru masak (chef) asal Indonesia dengan layanan katering bagi jemaah haji Indonesia selama di Makkah ditambah Kalau sebelumnya hanya 25 kali, tahun ini menjadi 40 kali. Selain itu, ada juga penambahan pemberian  kelengkapan minuman dan makanan berupa teh, gula, kopi, saos sambel, kecap dan satu potong  roti untuk setiap jemaah. Sementara dana living cost sebesar SAR1500, tetap diberikan penuh sebagaimana biasa sehingga bisa digunakan jemaah untuk keperluan lainnya.

Inovasi keenam,penandaan khusus pada paspor dan koper, serta penggunaan tas kabin. Untuk memudahkan pengelompokan, paspor dan koper jemaah tahun ini diberi tanda warna khusus per rombongan di setiap kloternya. Tanda warna ini juga sekaligus menunjukan sektor atau wilayah hotel  dan nomer hotel tempat tinggal jemaah, Inovasi ketujuh adalah pengalihan porsi bagi jemaah wafat kepada ahli waris. Tahun ini,  Kemenag telah mengeluarkan regulasi baru bahwa jemaah wafat boleh digantikan ahli warisnya. Dengan syarat, jemaah tersebut wafat setelah ditetapkan sebagai jemaah berhak lunas pada tahun berjalan.

Untuk tahun ini, mereka adalah jemaah yang wafat setelah 16 Maret 2018, Kesembilan, guna mengintensifkan layanan bimbingan ibadah,  Kemenag tahun ini menempatkan satu konsultan di tiap sektor. Selama ini, konsultan ibadah hanya ada di kantor Daker (Daerah Kerja) Makkah. Konsultan ini diharapkan bisa bersinergi dengan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang ada di tiap kloter dan Terakhir atau inovasi kesepuluh, Kemenag membentuk tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH). Tim ini terdiri dari petugas layanan umum yang memiliki kemampuan medis. Diisi oleh petugas dari rumah sakit haji, prodi kedokteran UIN Jakarta,  serta rumah sakit TNI/Polri. [ Yal | Moentjak ]