Dr. Arie Budiman, M.Si : Penguatan Karakter Dimulai dengan Peningkatan Disiplin

Arosuka, SuhaNews. Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter Dr. Arie Budhiman, M.Si mampu menyihir peserta seminar strategi pendidikan karakter dalam perspektif Kekinian di Kabupaten Solok di Ruang Solok Nan Indah. Kamis (5/4) saat tampil sebagai narasumber.

Dr. Arie Budhiman, M.Si tengah menyajikan materi didepan peserta Seminar Pendidikan. Wewe

Dengan orasi yang penuh semangat, Arie memaparkan bagaimana karakter bangsa saat ini. Budaya antri  belum menjadi budaya, tertib lalu lintas masih jauh dari harapan. Bahkan di jalan tol sekalipun budaya antri dan tertib lalu lintas belum membudaya.

Sejak zaman Rasulullah sudah diingatkan bagaimana pentingnya akhlak ini. Bahkan Rasulullah diutus ke dunia untuk mengubah akhlak. Saat ini dipertegas dengan revolusi mental, khususnya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). 

"PPK ini tanggung jawab bersama," ujar Arie Budhiman. Karena itu, pemerintah, masyarakat, dan satuan pendidikan diharapkan bersatu padu dalam membangun pendidikan karakter.

Arie juga memaparkan anggaran pendidikan di seluruh provinsi di Indonesia. Dari  34 provinsi di Indonesia, hanya DKI Jakarta, yang menyediakan anggaran di atas 20 persen, sementara 33 provinsi lainnya di bawah 20 persen.

"Pada 2017 anggaran pendidikan Kabupaten Solok hanya 8,9 persen," ujar Arie Budhiman. Jumlah ini jauh di bawah anggaran yang diatur oleh UU Pendidikan yakni sekitar 20 persen.

Arie memuji program Magrib Al Qur'an dan Subuh berjamaah, serta program SUBP (Sekolah Umum Berbasis Pesantren) yang dilaksanakan di Kabupaten Solok.

"Ini perlu dilanjutkan untuk penguatan karakter," ujar Arie. Apalagi pendidikan karakter harus dimulai dari pendidikan akhlak atau moral.

Bupati Solok H. Gusmal dan Dr. Khamin juta menekankan perlunya kerjasama semua elemen dalam menguatkan pendidikan karakter ini. Wewe